Uji Validitas dalam penelitian kualitatif

Validitas Data dalam penelitian kualitatif

Sebelum dilakukan analisis dan penafsiran data, maka keabsahan data terlebih dahulu dilakukan. Dalam penelitian yang akan dilakukan ini pemeriksaan keabsahan data menggunakan criteria kredibilitas. Untuk mempertinggi tingkat kredibilitas hasil penelitian, maka dilaksanakan teknik pemeriksaan keabsahan data. Menurut Moleong (2007), teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara:

  1. Perpanjangan keikutsertaan

Perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti tinggal dilapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai. Hal ini bertujuan untuk: a) membatasi gangguan dari dampak peneliti pada konteks; b) membatasi kekeliruan (bisa) peneliti; c) mengkompensasikan pengaruh dari kejadian-kejadian yang tidak biasa atau pengaruh sesaat. Dengan adanya perpanjangan keikutsertaan peneliti memungkinkan peningkatan derajad kepercayaan data yang dikumpulkan.

  1. Ketekunan atau keajegan pengamatan

Keajegan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tetaitif. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat. Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan cirri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Dengankata lain jika perpanjangan keikutsertaan menyediakan lingkup, maka ketekunan pengamatan menyediakan kedalaman.

  1. Trianggulasi

Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik trianggulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainya. Terdapat enam macam trianggulasi yaitu: trianggulasi data, trianggulasi peneliti, trianggulasi metodologis, dan trianggulasi teoritis.

  1. Pemeriksaan sejawat

Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspose hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data.

  1. Uraian rinci

Teknik ini menuntut peneliti agar melaporkan hasil penelitianya sehingga uraianya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin yang menggambarkan konteks tempat penelitian diselenggarakan. Jelas laporan itu harus mengacu pada focus penelitian

Dari uraian diatas, maka keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik perpanjangan keikutsertan dimana peneliti tinggal dilapangan penelitian sampai memperoleh data yang sebanyak-banyaknya. Dengan perpanjangan keikutsertaan maka derajad kepercataan data yang dikumpulkan dapat ditingkatkan.

 

Teknik Analisa Data dalam penelitian kualitatif

Analisa data dalam penelitian kualitatif pada dasarnya dilakukan sejak awal kegiatan penelitian sampai dengan akhir penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan ini data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan alur kegiatan yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2010) yakni: data reduction, data display and conclusion drawing verification, seperti terlihat dalam gambar berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.1 Komponen dalam analisis data (interactive model) (Sugiyono, 2010)

Data yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi demikian banyak dan kompleks serta masih bercampur-campur, maka dibuatlah reduksi terhadap data tersebut. Dalam proses reduksi ini dilakukan seleksi untuk memilih data yang relevan dan bermakna, yang mengarah pada pemecahan masalah, penemuan, pemaknaan untuk menjawab pertanyaan. Begitu juga perlakuan peneliti terhadap transkrip itu penulis ambil sebagai data penelitian, kemudian peneliti masukkan kedalam laporan penelitian.

Setelah direduksi, ditentukan data yang terfokus untuk diamati dari isi wawancara, yaitu mengenai implementasi kurikulum KBK. Hasil wawancara dan pengamatan tahap dua ini dibentangkan/display. Kemudian data tersebut direduksi lagi, sehingga akhirnya pengamatan maupun wawancara ditujukan pada proses sosialisasi Kurikulum KBK. Langkah selanjutnya adalah menyederhanakan, menyusun secara sistematis hal-hal yang pokok dan penting dan membuat abstraksi untuk membri gambaran yang tajam serta bermakna.

Proses pemilihan data mengarah pada pemecahan masalah, penemuan, pemaknakan, serta diformulasikan secara sederhana, disusun secara sistematis dengan menonjolkan pada hal-hal yang lebih substantive. Diharapkan dengan cara ini akan member abstraksi yang tajam tentang kebermaknaan hasil temuan dilapangan.

 

About these ads

About samoke2012

Staf Pengajar di Prodi Diploma III Keperawatan Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi
This entry was posted in Pengantar Riset. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s