MATERI KEPERAWATAN KOMUNITAS I

Berikut ini bahan ajar dan penugasan untuk mata kuliah keperawatan komunitas 1. Silahkan download link dibawah

  1. Pendidikan Kesehatan konsep-dasar-pendidikan-kesehatan dan konsep-pendidikan-kesehatan1
  2. Konsep Biostatistik biostatistik dan statistik-kesehatan
  3. Untuk tugas, setiap kelas terbagi menjadi 8 kelompok dan masing-masing kelompok membuat SAP lengkap dengan materi dan alat evaluasi. tugas di ketik dalam kertas A4, huruf times new roman 12 dan 1,5 spasi. Berikut adalah format tugas format-satuan-acara-penyuluhan
  4. Batas akhir pengumpulan tugas adalah tanggal 25 April 2017 dan telah di tanda tangani oleh dosen pembimbing
Posted in Keperawatan Komunitas 1 | Leave a comment

MATERI PEMBELAJARAN TRANSKULTURAL NURSING 2017

Berikut ini adalah bahan perkuliahan mata kuliah transkultural nursing. Silahkan download pada link berikut

  1. Pertemuan 1 Paradigma dan konsep keperawatan transkultural dan Konsep Keperawatan transkultural dalam keperawatan 1-konsep-dan-para-digma-transkultural-nursing 1-konsep-teori-keperawatan-transkultural
  2. Pertemuan 2 Dilema IPTEK dalam  Perspektif transkultural Nursing dan Konsep Budaya dan Antropologi Kesehatan 2-antropologi-kesehatan-2 2-antropologi-kesehatan 2-dilema-iptek
  3. Pertemuan 3 Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan 3-nutrisi-dalam-konteks-transkultural-nursingpeningkatan kesehatan dan Nutrisi dalam Perspektif transkultural Nursing
  4. Pertemuan 4 Konsep Keperawatan Transkultural Leinenger’s Teory 4-keperawatan-transkultural-leininger 4-leiningers-teory
  5. Pertemuan 5 Proses keperawatan transkultural 5-proses-keperawatan-transkultural-nursing 5-proses-keperawatan
Posted in Transkultural Nursing | Leave a comment

MATERI KULIAH KEPERAWATAN JIWA

Silahkan download materi kuliah Keperawatan Jiwa Pada Link Berikut

  1. Pertemuan 1 hubungan-perawat-klien, komunikasi-terapeutik, konsep-jiwa-1, konsep-jiwa-2
Posted in Keperawatan Jiwa | Leave a comment

TUGAS KEPERAWATAN TRANSKULTURAL

Berikut ini adalah tugas mata kuliah Keperawatan Transkultural dikumpulkan terakhir tanggal 16 maret 2017 dengan acc pembimbing

KASUS KELOMPOK 1

 An. A 8 tahun, suku Padang, Beragama islam diantarkan orangtuanya ke Rumah Sakit Harapan Kita dengan keluhan nyeri pada tulang keringnya. Bp. A mengatakan nyerinya timbul akibat An. A memanjat pohon yang dikeramatkan di desanya, kemudian menurut kepercayaan orang sekitar An. A terjatuh akibat didorong oleh penunggu pohon keramat tersebut. Menurut cerita yang dikatakan Bp.A saat anaknya Jatuh langsung dibawa kedukun, lalu An. A dipijit menggunakan batang sereh yang dibakar dengan bacaan doa-doa. Bp. A mengatakan An. A dilarang mengkonsumsi makanan seperti ikan, daging, dan telur. An. A juga tampak lemah dan lesu ,pada saat diberikan Penkes Bp. A masih terlihat kebingungan.

KASUS KELOMPOK 2

 Keluarga Tn. X (30 Tahun) mempunyai istri Ny. H (26 th) Anak Y (4 tahun) dan Anak K (1 tahun) serta Ny. C (50 th) . Tn. X berasal dari suku Sunda, sedangkan Ny. H berasal dari suku Jawa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Hasil wawancara dengan keluarga, anaknya sudah diimunisasi lengkap sambil menunjukkan kartu sehat. Selama ini anaknya hanya sakit batuk pilek biasa, cukup dibelikan obat umum dan sembuh. Tetapi akhir-akhir ini keluarga sedikit pusing memikirkan ibunya , karena 3 bulan yang lalu ibunya dinyatakan positif kencing manis (DM), ibu hanya dibawa ke alternatif, tidak kontrol teratur ke puskesmas dan dibelikan obat ke toko terdekat untuk mengurangi gejala, misalnya nyeri di kakinya. Hasil observasi jari kaki ibu C sebelah kiri terdapat luka kecil sudah 3 minggu, belum sembuh. Pemeriksaan glukotest 200 mg/dl

KASUS KELOMPOK 3

 Klien bernama Ny.M, berusia 25 tahun, beragama Islam, pendidikan terakhir SMA. Klien adalah seorang ibu rumah tangga. Suami klien Tn. W berumur 29 tahun, pendidikan terakhir SMK, bekerja di pabrik. Suku jawa, dan keluarga klien terutama mertua klien sangat kentaldengan adat dan budaya jawa, Tn. W adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. Selain tinggal dengan Tn. W klien juga tinggal dengan mertuanya. Seminggu yang lalu klien telah melahirkan anak pertamanya berjenis kelamin perempuan dengan berat 2500 gram, panjang 50 cm secara Sectio caesarea atas indikasi panggul sempit, sehingga di perut klien terdapat luka jahitan Klien melahirkan di rumah Sakit Suka Sehat. Klien merasa melahirkan adalah suatu anugerah, namun klien merasa belum menjadi seorang wanita yang sempurna, karena tidak dapat melahirkan secara normal. Setelah pulang dari rumah sakit, atas perintah mertuanya setiap pagi klien jalan-jalan dan membawa bayinya untuk berjemur mulai pukul 05.00-08.00 WIB dengan tujuan agar bayi hangat. Serta setelah melahirkan ibu diharuskan memakai stagen, penggunaan stagen ini dipercaya akan membuat perut tidak  bergelambir dan perut kembali langsing. Hal tersebut sudah di lakukan secara turun-temurun. Klien datang ke poli KIA RS. Suka Sehat untuk kontrol. Dari hasil kontrol di poli KIA RS.Suka Sehat, luka klien dinyatakan mengalami penyembuhan yang lambat. Luka bekas section caesaria masih terlihat basah. Setelah mendengar pernyataan dari dokter, klien terlihat Cemas. Kemudian dilakukan pengka!ian oleh perawat untuk mengetahui penyebab luka yang tidak kunjung mengering. Dari hasil pengkajian ternyata didapatkan hasil bahwa klien mempunyai pantangan makan ikan dan telur karena ditakutkan akan menimbulkan rasa gatal pada luka bekas jahitan, klien tidak boleh minum air terlalu banyak karna akan membuat luka tetap basah / luka tidak cepat kering serta klien menggunakan stagen yang terlalu kencang. Perawat memberikan penjelasan bahwa makanan yang menjadi pantangan klien adalahmakanan yang mengandung tinggi protein yang baik untuk proses penyembuhan luka. Makanan pantangan tersebut dapat digantikan dengan sumber protein lain seperti tahu, tempe, sari kedelai, kadang-kadangan, dll dan air merupakan bagian penting dari struktur sel dan jaringan sehingga dapat mempercepat pembentukan jaringan baru dalam proses penyembuhan luka. Sementara dokter memberikan rawat luka dan terapi oral antibiotik. Klien menganggap anjuran perawat bertentangan dengan keyakinannya.

KASUS KELOMPOK 4

Klien nama Ny.W, 30 tahun, Islam, SMP, petani, suku jawa, diagnosis medis abortus. Klien hamil 12 minggu, klien sangat mengharapkan memiliki anak. Klien mengeluh mengalami pendarahan dan perut mulas-mulas selama 3 hari. Klien dianjurkan untuk kuratase. Klien memeriksakan kehamilannya di dukun dan berencana akan melahirkan si sana. Klien mendapati informasi tentang kehamilan dari mertua. Klien masih percaya pada sihir dan hal-hal gaib, mereka percaya banyak anak banyak rejeki dan percaya bahwa abortus merupakan perbuatan dosa. Setelah di diagnosis abortus, klien tidak menerima dan merencanakan akan berobat kedukun. Mereka menganggap hal itu akibat ibunya melanggar pantangan dalam menyediakan sesaji. Hubungan kekerabatan yang lebih dominan adalah pihak laki-laki, pola pengambilan keputusan di pihak laki-laki. Pantangan makanan jantung pisang, gurita, dan air kelapa sedangkan suaminya pantang memanjat pohon kelapa atau pohon yang tinggi. Aturan dan kebijakan di atur oleh pemuka agama dan para santri. Ada tabungan yang sudah di persiapkan oleh keluarga untuk persalinan ini.

KASUS KELOMPOK 5

Seorang pasien laki-laki berusia 54 tahun dibawa kesebuah rumah sakit karena pingsan pada saat rapat di kantornya. Setelah diperiksa dilaboratorium, ditemukan kadar gula darahnya mencapai 450mg/DL. Pasien telah tiga tahun didiagnosis menderita diabetes melitus tipe II. Dalam tiga tahun,pasien telah beberapa kali dirawat karena kondisi badannya sering lemah. Pasien yang mengalami kegemukan telah dianjurkan untuk melakukan diet dan olahraga namun pasien mengatakan kesulitan mengatur makanannya karena kebiasaan budaya jawanya makan makanan yang manis.

 KASUS KELOMPOK 6

Yanto, seorang perawat di bangsal bedah VIP sebuah Rumah Sakit Islam dikotanya. Hari ini dia shift pagi dan merawat kamar A sampai dengan kamar E. Tuan Burhan (50 tahun), seorang pasien post operasi ileus hari ke-3 yang dirawat di kamar C. Tuan Burhan sudah  diperkenankan makan makanan lunak ( bubur ) dengan lauk-pauk dan sayur yang  juga lunak.

Siang ini, Yanto mengantar makan siang kekamar C, kamar Tuan Burhan. Sesampainya disana, Tuan Burhan mengatakan bahwa beliau ingin sekali makan bubur yang disiram kuah kaldu babi. Beliau mengatakan bahwa itu makanan favoritnya.

Yanto terkejut mendengar pernyataan Tuan Burhan. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa memenuhi permintaan Tuan Burhan karena instansi tempat dia bekerja adalah sebuah Rumah Sakit Islam. Tetapi Tuan Burhan tetap memaksa dan meminta ijin untuk membawa sendiri makanan tersebut dari rumah. Tetapi Yanto tetap tidak mengizinkan. Bahkan tanpa menjelaskan apapun, dia meninggakan Tuan Burhan sendiri. Keesokan harinya, Tuan Burhan minta pulang paksa dengan alasan perlakuan perawat yang kurang menyenangkan.

Untuk format tugas silahkan download link berikut

  1. format-tugas-asuhan-keperawatan-transkultural
  2. proses-keperawatan-transkultural-nursing
Posted in Transkultural Nursing | Leave a comment

CONTOH PROPOSAL TAK SOSIALISASI

Silahkan download pada link berikut untuk contoh proposal TAKS proposal-tak-sosialisasi

Posted in Keperawatan Jiwa | Leave a comment

Perkuliahan Keperawatan Transkultural Nursing

Berikut adalah jadual perkuliahan transkultural Nursing jadual-pembelajaran-tk-2017

Posted in Ilmu Keperawatan Gerontik, Transkultural Nursing | Leave a comment

MATERI TAK

Berikut adalah beberapa materi tentang TAK. Silahkan Download Link Berikut

  1. TAK Sosialisasi tak-sosialisasi
  2. TAK Halusinasi tak-halusinasi
  3. TAK Orientasi realita tak-orientasi-realita
  4. TAK Peningkatan Harga Diri tak-peningkatan-harga-diri
  5. TAK Penyaluran Energi tak-penyaliran-energi
  6. TAK Stimulasi Sensori tak-stimulasi-sensori
Posted in Keperawatan Jiwa | Leave a comment