IMPLEMENTASI

IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A.    Proses Tindakan Implementasi Keperwatan Keluarga
Implementasi adalah pengoloan dan terwujudnya dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan. (Harnilawati, 2013, p. 77)
Implementasi atau pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap implementasi dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada rencana strategi untuk membantu komunitas mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi factor – factor yang mempengaruhi masalah kesehatan komunitas. (Ferri, 2013, hal. 157)
Tujuan dari implementasi adalah membantu komunitas dalam tujuan yang ditetapkan, yang mencangkup peningkatan kesehatan, pencegahan pemyakit, pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping. Perencanaan tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan dengan baik, jika komunitas mempunyai keinginan untuk berpartisipasi dalam impementasi tindakan keperawatan. Selama tahap pelaksanaan perawat harus melakukan pengumpulan data dan memilih tindakan keperawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan komunitas. (Ferri, 2013, hal. 157)
Ada 3 tahap dalam tindakan keperawatan keluarga yaitu:
1.    Tahap persiapan
a.    Kontrak dengan keluarga
b.    Mempersiapkan peralatan yang diperlukan
c.    Mempersiapkan lingkungan yang kondusif
d.    Mengidentifikasi aspek hukum dan etik
Kegiatan ini bertujuan agar keluarga dan perawat mempunyai persiapan secara fisik dan psikis dapa saat implementasi
(Harnilawati, 2013, pp. 77-78)

2.    Tahap intervensi
Tindakan keperawatan keluarga berdasarkan wewenang dan tanggung jawab perawat secara professional adalah
a.    Independen
Adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat sesuai kopetensi keperawatan tanpa petunjuk dan perintah dari tenaga kesehatan lainnya, yaitu:
1)    Mengkaji terhadap klien dan keluarga melalui riwayat keperawatan dan pemeriksaan fisik untuk mengetahui status kesehatan pasien.
2)    Merumuskan diagnose keperawatan
3)    Mengidentifikasi tindakan keperawatan
4)    Melaksanakan rencana pengukuran
5)    Merujuk kepada tenaga kesehatan lainnya
6)    Mengevaluasi respon pasien
7)    Partisipasi dengan consumer atau tenaga kesehatan lainnya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
(Harnilawati, 2013, hal. 76)

B.    Terapi modalitas pada keluarga
a.    Coaching dan guidance
Coaching atau bimbingan merupaka proses belajar intensif melalui bimbingan perorangan, demonstrasi, tujuan dari coking pada kelurga dengan anak remaja adalah untuk meningkatkan, mengembangkan, menerapkan meteri bembelajaran
b.    Konseling
Merupakan proses saling belajar yang menyangkut individu dalam suatu edukatif
c.    Terapi game
Adalah suatu cara untuk menarik suatu perhatian tterhadap suatu obyek.
d.    Modifikasi prilaku
Modifikasi prilaku pada keluarga dilakukan melalui prinsip dengan perjanjian kontrak dan prinsip ekonomi. Modifikasi prilaku dengan perjanjian kiontrak dilakukan untuk mendisiplinkan remaja untuk manajemen aktivitas kesehariannya dari bangun tidur sampai dengan menjelang tidur lagi Contigencycontracting berfokus pada perjanjian yang dibuat terapis dalam hal ini perawat jiwa dengan klie. Perjanjian dibuat dengan punishment dan reward. Konsekuensi yang berat telah disepakati antaraklien dengan perawat terutama bila klien melanggar kebiasaan buruk yang telah disepakati untuk ditinggalkan.
e.    Token Ekonomi
Adalah bentuk reinforcement positif yang sering digunakan pada kelompok anak – anak atau klien yang mengalami yang mengalami masalah psikiatrik. Hal ini dilakukan secara konsisten pada saat klien mampu menghindari perilaku buruk atau melakukan hal yang baik.
f.    Relaksi Progresif
Relaksi progresif diberikan pada remaja dan keluarga untuk meningkatkan manajemen stress terkait dengan dengan pola koping keluarga.
g.    Latihan Asertif
Perilaku asertif adalah kemampuan individu untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan kepada orang lain namun tetap menjaga hak – hak serta perasaan orang lain.
h.    Komunikasi Efektif
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran, perasaan melalui bahasa, pembicaraan, mendengar, gerak tubuh atau ungkapan emosi. Komunikasi efektif adalah proses komunikasi yang mencapai tujuan dari komunikasi tersebut. Tujuan intervensi komunikasi efektif ini adalah untuk membangun hubungan yang harmonis dengan remaja dan membentuk suasana keterbukaan dan mendengar diantara orang tua dan remaja sehingga menghindarkan konflik antara orang tua dan remaja.
(Susanto, 2012, pp. 82-84)

C.    Pendidikan Kesehatan Pada Keluarga
Bomar dkk dalam buku Friedman (2013, hal 47) menjelaskan tujuan utama keperawatan keluarga adalah promosi kesehatan keluarga sebagai satu kesatuan dan promosi kesehatan tiap anggotanya.
Crooks dkk dalam buku Friedman (2013, hal 47) menjelaskan Perilaku kesehatan, nilai – nilai, dan sikap dipelajari dalam keluarga. Salah satu fungsi keluarga adalah memenuhi kebutuhan kesehatan anggota keluarga. Karena biasanya mengajarkan perilaku sehat dalam  konteks keluarga lebih efektif daripada mengajarkan individu, hal ini dapat merupakan sebuah strategi promosi kesehatan yang paling penting.
Promosi kesehatan adalah satu dari dua komponen pencegahan primer. Perlu dibuat sebuh perbedaan yang jelas antara promosi kesehatan dan pencegahaan penyakit. Promosi kesehatan tidak mengkususkan pada masalah kesehatan atau penyakit. Promosi kesehatan dirancang untuk memberikan kontribusi terhadap perubahan , perkembangan, dan kesehatan yang prima. Promosi ini merupakan proses yang positif dan dinamis yang berfokus pada perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan, tidak hanya menghindari penyakit. Promosi kesehatan melibatkan pendekatan.
Sebaiknya pencegahan penyakit mengkususkan pada masalah kesehatan atau penyakitserta pencegahan seperti imunisasi. Promosi kesehatan melibatkan promosi kesehatan anggota keluarga maupun sistem keluarga. Pada poin awal , penekannya adalah pada individu anggota dalam kontek keluarga,.
Promosi kesehatan dan pencegahan primer masalah kesehatan akut dan kronis menimbulkan tantangan  kesehatan terbesar dalam masyarakat kita. Mungkin tujuan utama kita harus membantu masyarakat menjadi sehat dengan cara alami dan menyenangkan, bukan hanya berfokus pada membantu klien mengenai cara agar tidak jatuh sakit, atau belum bertambah parah atau membantu klien saat sakit saja atau kesembuhannya sendiri.
(Friedman, 2013, hal. 47)

D.    Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit
Dalam sistem pelayanan kesehatan saat ini, sebagian besar sumber – sumber kesehatan diarahkan di seputar perawatan akut yang sifatnya kuratif. Sistem kesehatan kita yang ada saat ini mencurahkan sebagian besar dari sumber – sumbernya pada rientasi krisis dan layanan kesehatan kuratif berteknologi tinggi, yang pada kebanyakan kasus, terapi yang diberikan terlalu sedikit dan sangat terlambat. Dalam kasus penyakit kronik penyebab utama kesakitan dan kematian kita tidak mengobati dab menghilangkan penyakit tersebut, memperbaiki kerusakan sedapat mungkin, dan menangani komplokasi yang terjadi.(Friedman, 2013, p. 43)
Peran keluarga dan peran perawat keluarga adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.ada dua perspektif dasar dalam menyangkut peran orientasi strukturalis yang menekankan perilaku normative (kultural), yaitu pengaruh yang berkaitan dengan status– status tertentu  dan peran – peran terkaitnya.
Peran– peran formal keluarga adalah peran– peran yang terkait, yaitu sejumlah perilaku yang kurang lebih bersifat homogeny. Keluarga membagi peran secara merata kepada para anggotanya.
Jika seorang anggota keluarga meninggalkan rumah, dan karenanya ia tidak memenuhi suatu peran, maka anggota lain akan mengambil alih kekosongan ini dengan memerankan perannya agar tetap berfungsi. Peran dasar yang membentuk posisi sosial sebagai suami – ayah dan istri – ibu antara lain sebagai berikut:
1)    Peran sebagai provider atau penyedia.
2)    Sebagai pengatur rumah tangga.
3)    Perawatan anak, baik yang sehat maupun sakit.
4)    Sosialisasi anak.
5)    Rekreasi.
6)    Persaudaraan (kinship), memelihara hubungan keluarga paternal dan maternal.
7)    Peran terapeutik (memenuhi kebutuhan afektif dari pasangan).
8)    Peran seksual.
9)    Perawatan keluarga. Perawatan keluarga yaitu peran yang dijalankan terkait merawat anggota keluarga jika ada yang sakit.
(Friedman, 2013, pp. 71 – 75)
Beberapa faktor penyulit dari keluarga yang dapat menghambat minat keluarga untuk bekerja sama melakukan tindakan kesehatan adalah:
a.    Keluarga memperoleh informasi yang kurang jelas
b.    Keluarga mendapatkan informasi yang tidak lengkap sehingga mereka hanya melihat sebagian masalah
c.    Keluarga tidak dapat mengaitkan informasi yang diterima dengan situasi yang dihadapi
d.    Keluarga tidak mau menghadapi situasi
e.    Anggota keluarga tidak mau melawan tekanan dari keluarga atau sosial
f.    Keluarga ingin mempertahankan suatu pola tingkah laku
g.    Keluarga gagal mengaitkan tindakan dengan sasaran
h.    Kurang percaya dengan tindakan yang dianjurkan oleh perawat
(Zaidin, 2010, hal. 80)

DAFTAR PUSTAKA

Friedman, M. M. (2013). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Jakarta: Tim.
Susanto, T. (2012). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Jakarta: Tim.
Ferri, E. (2013). Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika.
Harnilawati. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Takalar Sulawesi selatan:
Pustaka As-Salam
Zaidin, A. (2010). Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.

About samoke2012

Staf Pengajar di Prodi Diploma III Keperawatan Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi
This entry was posted in Asuhan Keperawatan Keluarga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s