PENGKAJIAN KELUARGA

PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

2.1    Definisi Pengkajian Keluarga
Pengkajian Keluarga merupakan suatu tahapan dimana perawat dimana suatu perawat mengambil informasi dari keluarga dengan pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisa, sehingga dapat di ketahui kebutuhan keluarga yang di binanya. Metode dalam pengkajian bisa melalui wawancara, observasi vasilitas dan keadaan rumah, pemeriksaan fisik dari anggota keluarga dan measurement dari data sekunder (hasil lab, papsmear, dll). (Susanto, 2012, hal. 93)
Pengkajian keluarga merupakan proses Penjajakan keluarga yang perlu dilakukan untuk membina hubungan baik dengan keluarga. Dalam penjajakan ini perawat perlu mengadakan kontak dengan RW/RT dan keluarga yang bersamhkutan guna menyampaikan maksud dan tujuan serta mengatasi masalah kesehatan mereka. Setelah mendapat tanggapan positif dari keluarga tersebut, pengkajian diteruskan pada langkah berikutnya. (Zaidin Ali, 2010, hal. 40)
Proses pengkajian keluarga ditandai dengan pengumpulan informasi yang terus menerus dan keputusan profesional yang mengandung arti terhadap informasi yang dikumpulkan. Dengan kata lain, data dikumpulkan secara sistematik menggunakan alat pengkajian keluarga, kemudian diklasifikasikan dan di analisis menginterpretasikan artinya. (Freadman, 2013, hal. 165)
Pengkajian keluarga merupakan proses yang ditandai dengan pengumpulan informasi keluarga yang terus-menerus dan keputusan profesional yang mengandung arti terhadap informasi yang dikumpulkan. Dengan kata lain , data dikumpulkan secara sistematik dengan menggunakan alat pengkajian keluarga, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis untuk menginterprestasikan artinya. (Mubarok, 2010, hal. 164)
Pengkajian keluarga (Mubarok, 2010, hal. 164)
1. Mengidentifikasi data sosial – budaya
2. Data lingkungan
3. Struktur
4. Fungsi
5. Stress dan strategi koping keluarga
Pengkajian individu anggota keluarga:
1. Mental
2. Fisik
3. Emosi
4. Sosial
5. Spiritual

2.2    Macam-macam struktur keluarga
Struktur keluarga terdiri atas bermacam-macam, di antaranya adalah: (Mubarok, 2010, hal. 68)
1.    Patrilineal
Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari atas sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, di mana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2.    Matrilineal
Matrrilineal adalah keluarga sederah yang terdiri atas sanak saudarah dalam beberapa generasi di mana hubungan itu disusn melalui jalur garis ibu.
3.    Matrilokal
Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sederah istri.
4.    Patrilokal
Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sederah suami.
5.    Keluarga kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan suami istri.

2.3    Proses pengkajian
Penjajahan keluarga. Penjajahan keluarga perlu dilakukan untuk membina hubungan baik dengan keluarga. Dalam penjajahan ini perawat perlu mengadakan kontak dengan RW/RT dan keluarga yang bersangkutan guna menyampaikan maksud dan tujuan serta mengatasi maslah kesehatan mereka. Setelah mendapatkan tanggapan positif dari keluarga tersebut, pengkajian di teruskan pada langkah berikutnya. (Zaidin Ali, 2010, hal. 42)
1.    Pengumpulan data. Pengumpulan data adalah upaya pengumpulan semua data, fakta, dan informasi yang mendukung pemecahan maslah klien. Jenis data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut: (Zaidin Ali, 2010, hal. 42)
a.    Kegiatan sehari-hari
1.    Kebiasaan tidur (apakah terdapat waktu tertentu untuk tidur/istirahat dan bangun sesuai kemampuan setiap anggota? Apakah terdapat waktu setiap siang untuk istirahat sebentar? Apakah anggota keluarga tidur bersama-sama?)
2.    Kebiasaan makan (berapa kali makan setiap hari? Siapa yang terlihat terlalu gemuk, terlalu kurus?)
3.    Waktu senggang/libur (bagaimana setiap anggota keluarga memakai waktu senggang? Apakah penggunaan waktu senggang cocok dengan jenis kelamin dan usia individu? Apakah ada anggota keluarga yang hiburannya sangat memakan waktunya? Bila ada, apa dampaknya terhadap keluarga? Apakah keluarga mempunyai hiburan bersama?)
b.    Faktor sosial-budaya-ekonomi
1.    Penghasilan dan pengeluaran
2.    Pekerjaan, tempat tinggal, dan penghasilan setiap anggota yang sudah bekerja.
3.    Sumber penghasilan.
4.    Berapa jumlah yang dihasilkan oleh setiap anggota keluarga yang bekerja.
5.    Kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan primer seperti makan, pakaian, dan perumahan.
6.    Apakah ada tabungan untuk keperluan mendadak.
7.    Jam kerja ayah dan ibu
8.    Siapa pembuat keputusan mengenai keuangan dan bagaimana uang digunakan.
c.    Faktor lingkungan
1.    Perumahan
a.    Luas rumah (apakah luasnya memadai?)
b.    Pengaturan kamar tidur
c.    Kelengkapan perabotan rumah tangga
d.    Serangga dan binatang pengerat
e.    Adanya bahaya kecelakaan
f.    Tempat penyimpanan makanan dan alat masak
g.    Persediaan air (sumber, kepemilikan, apakah air dapat diminum?)
h.    Pembuangan kotoran (jenis, kepemilikan, apakah memenuhi syarat?)
i.    Pembuangan sampah (jenis, apakah memenuhi syarat?)
j.    Pembuangan air kotor (jenis, apakah memenuhi syarat?)
k.    Kondisi lingkungan tempat tinggal: apakah komplek rumahan, daerah kumuh, dll
l.    Fasilitas sosial dan fasilitas kesehatan
m.    Fasilitas transportasi dan komunikasi
(Zaidin Ali, 2010, hal. 43)
d.    Riwayat kesehatan/riwayat medis:
1.    Riwayat kesehatan setiap anggota
2.    Penyakit yang pernah diderita
3.    Keadaan sakit yang sekarang (telah didiagnosis atau belum)
4.    Nilai yang diberikan terhadap penjegahan penyakit
5.    Status imunisasi anak
6.    Pemanfaatan fasilitas lain untuk pencegahan penyakit
7.    Sumber pelayanan kesehatan: apakah pelayanan kesehatan sama atau berbeda untuk setiap anggota keluarga?
8.    Saat kondisi sakit atau kritis, anggota keluarga pergi ke siapa?
9.    Bagaimana keluarga melihat peranan petugas kesehatan dan pelayanan yang mereka berikan serta harapan mereka terhadap pelayanan petugas kesehatan?
10.    Pengalaman mengenai petugas kesehatan profesional: memuaskan atau tidak?
Setiap keluarga mempunyai cara sendiri untuk menghadapi dan mengatasi situasi merreka. Tipe data lain yang dikumpulkan pada tahap penjajahan kedua menggambarkan sampai mana keluarga dapat melaksanakan tugas kesehatan yang berhubungan dengan ancaman kesehatan, kurang/tidak sehat, atau krisis yang dialami oleh keluarga itu pada waktu tahap penjajahan pertama.data ini menggambarkan ketidakmampuan keluarga untuk melaksanakan tugas kesehatan.
Perhatian utama perawat pada tahap penjajahan kedua adalah penentuan kesanggupan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan untuk menghadapi masalah kesehatan. (Zaidin Ali, 2010, hal. 43)
Data pengkajian didapat dengan menggunakan beberapa cara. Berikut ini adalah metode pengumpulan data yang digunakan: (Zaidin Ali, 2010, hal. 43)
a.    Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mengetahui data subjektif dalam aspek fisik, mental, sosial budaya, ekonomi, kebiasaan, adat istirahat, agama, lingkungan, dan sebagainya
b.    Pengamatan/observasi
Pengamatan/observasi dilakukan untuk mengetahui hal yang secara langsung bersifat fisik (ventilasi, kebersihan, penerangan, dll) atau benda lain (data objektif).
c.    Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada anggota keluarga yang mempunyai masalah keluarga dan keperawatan yang berkaitan dengan keadaan fisik, misalnya kehamilan, mata, telinga, tenggorokan, dll. (data objektif)
d.    Studi dokumentsi
Studi dilakukan dengan jalan menelusuri dokumen yang ada, misalnya catatan kesehatan, kartu keluarga, kartu menuju sehat, literatur, catatan pasien, dll. (data subjektif). Data yang perlu dikumpulkan dapat dilihat pada lampiran 1.
Tabulasi data. Data yang ada disusun dalam tabel, grafik, genogram, gambar, dan lain-lain untuk memudahkan proses analisis.

2.    Analisis data. Setelah ditabulasi data langsung dapat dianalisis sengingga menghasilkan satu kesimpulan tentang permasalahan yang ada. Hsil analisis data juga memperlihatkan penyebab, tanda-tanda, dan pengaruh masalah pada masa yang akan datang, dll.
3.    Perumusan massalah. Dari analisis data ditemukan beberapa informasi yang berguna untuk merumuskan maslah klien tersebut. Masalah adalah kesenjangan yang terjadi dari apa yang “seharusnya” terjadi dan apa yang “nyata” terjadi. Kesenjangan tersebut.

2.4    Ciri- ciri struktur keluarga
1.    Terorganisasi, yaitu saling berhubungan, saling ketergantungan anatara anggota keluarga.
2.    Ada keterbatasan, dimana setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.
3.    Ada perbedaan dan kekhususan, yaitu setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.
Menurut Freadman dalam buku Mubarak (2011, hal. 69)
a.    Struktur keluarga terdiri dari:
1.    Pola dan proses komunikasi.
2.    Struktur peran.
3.    Struktur kekuatan dan struktur nilai.
4.    Norma.
Struktur menurut keluarga oleh friedmen digambarkan sebagai berikut:
1.    Struktur komunikasi
Komunikasi dalam keluarga dikatakan berfungsi apabila dilakukan secara jujur. Terbuka, melibatkan emosi, konflik selesai, dan ada hierarki kekuatan. Kominikasi keluarga bagi pengiriman yakni mengemukakan pesan secara jelas dan berkualitas, serta meminat dan menerima umpan balik. Penerima pesan mendengarkan pesan, membrikan umpan balik, dan valid.
Komunikasi dalam keluarga dikatakan tidak berfungsi apabila tertutup, adanya isu atau berita negatif, tidak berfokus pada satu hal, dan selalu mengulang isu dan pendapat sendri. Komonikasi keluarga bagi pengirim bersifat asumsi, ekspresi perasaan tidak jelas, judgemental ekspresi, dan komunikasi tidak sesuai. Penerima pesan gagal mendengar, diskualifikasi, ofensif (bersifat negatif), terjadi miskomunikasi, dan kurang atau tidak valid.
2.    Struktur peran
Struktur pesan adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisal yang diberikan. Jadi, pada struktur peran bisa bersifat atau informal.
3.    Struktur kekuatan
Struktur kekuatan adalah kemamapuan dari individu untuk mengontor, memengaruhi atau mengubah perilaku orang lain, hak (legitimate power), ditiru (referen power), keahlian (expert power), hadiah (rewerd power), paksa (coercive power) dan affektif power.
4.    Struktur nilai dan norma
Nilai adalah sistem ide-ide, sikap keyakinan yang mengikat anggota keluarga dalam budaya tertentu. Sedangkan norma adalah pola perilaku yang diterima pada lingkungan sosial tertentu lingkungan keluarga, dan lingkungan msyarakat sekitar keluarga.
(Friedmen,1998;). Menurut buku (Mubarak,2011;69).

2.5    Fungsi dan Tugas keluarga
Dalam suatu keluarga ada beberapa fungsi dan tugas keluarga yang dapat dijalankan fungsi keluarga adalah sebagai berikut : (Mubarak,2011;76).
1.    Fungsi biologis yaitu untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga
2.    Fungsi psikologis, yaitu memberikan kasih sayang rasa nyaman bagi keluarga.
3.    Memberikan perhatian di antara keluarga, memberikan kedewasaan kepribadian anggota keluarga, serta membrikan identitas pada keluarga.
4.    Fungsi sosialisi, yaitu  membina sosialisasi pada anak, membentuk norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing dan meneruskan nilai-nilai  budaya.
5.    Fungsi ekonomi, yaitu mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat ini dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang Fungsi pendidikan, yaitu menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan.
Ketrampilan, membentukan perilaku anak usia dengan bakat dan minat yang miliki nya, mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuiperanannya sebagai orang dewasa, serta mendidikan anak usia dengan tingkat perkembangannya.
Dalam sebuah keluarga ada beberapa tugas dasar yang di dalamnya terdapat delapan tugas pokok antara lain: (Mubarak,2011;76).
1.    Memelihara kesehatan fisik keluarga dan para anggotanya;
2.     Berupaya untuk memelihara sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga;
3.    Mengatur tugas masing-masing anggota susuai dengan kedudukannya;
4.    Melakukan sosialisasi antaranggota keluarga agar timbul kekakraban dan
kehangatan para anggota keluarga;
5.    Melakukan pengaturan jumlah anggota yang diinginkan;
6.    Memelihara ketertiban anggota keluarga;
7.    Penempatan  anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas;
8.    Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga;

2.6    Tahap Pengkajian
Pengkajian adalah tahapan seorang perawat mengumpulkan informasi secara terus-menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya. Secara garis besar data dasar yang dipergunakan mengkaji status keluarga adalah. (Mubarak,2012;95).
1.    Struktur dan karakteristik keluarga.
2.    Sosial, ekonomi, dan budaya.
3.    Faktor lingkungan.
4.    Riwayat kesehatan dan medis dari setiap anggota keluarga.
5.    Psikososial keluarga.

2.7    Konsep pengkajian
(Susanto, 2012: 100)
1.    Data umum
a.    Identitas
Pada  data ini yang perlu dikaji adalah  tentang nama, usia, pendidi kan, pekerjaan, alamat, dan genogram.
b.    Komposisi keluarga
Dikaji tentang daftar anggota keluarga dan genogram.
c.    Tipe keluarga
Pada  tipe keluarga ini yang dikaji yaitu tentang jenis keluarga beserta kendala atau masalah yang terjadi dengan tipe tersebut.
d.    Suku bangsa
Kaji identifikasi budaya suku bangsa terebut.
e.    Agama
Pada pengkajian ini yang perlu dikaji yaitu panutan keluarga tersebut dan bagaimana keluarga tersebut menjalankan ibadahnya.
f.    Status sosial ekonomi keluarga
Pada status sosial ekonomi yang dikaji yaitu tentang pekerjaan , tempat kerja, dan penghasilan setiap anggota yang sudah bekerja, sumber penghasilan, berapa jumlah yang dihasilkan oleh setiap anggota keluarga yang bekerja.
g.    Aktivitas rekreasi kelurga
Dimana pengkajian ini berisi tentang kegiatan keluarga dalam mengisi waktu luang dan kapan keluarga pergi bersama ketempat rekreasi.
2.    Riwayat dan perkembangan keluarga
(Susanto, 2012: 105)
a.    Tahap perkembangan keluarga saat ini
Pada tahap ini yang dikaji adalah hubungan keluarga saat ini, dan komunikasi antar keluarga tersebut, apaka ada pertengkaran , perdebatan dan sebagainya antar keluarga.
b.    Tahap perkembangan keluarga yg berlaku yg belum terpenuhi:
Pada tahap ini yang dikaji adalah tugas perkembangan keluarga saat ini yg belum belum dilaksanakan secara optimal oleh keluarga.
c.    Riwayat keluarga inti
Pada tahap ini yang dikaji adalah hubungan keluarga inti, dan apa latar belakang sebelum menjalani sebuah kelurga.
d.    Riwayat keluarga sebelumnya
Pada tahap ini yang dikaji adalah bagaimana keaadan keluarga sebelumnya, sampai keadaan sekarang.
3.    Lingkungan
(Susanto, 2012: 114)
a.    Karakteristik rumah
Pada tahap ini yg dikaji adalah letak posisi rumah pada denah perkampungan yg ditinggali keluarga dengan jelas.
b.    Karakteristik tetangga dan komunitas
Pada tahap ini yg dikaji adalah gambaran tentang rumah keluarga dan apa yg dilakukan keluarga setiap harinya, misalnya berbaur dengan tetangga.
c.    Mobilitas geografis keluarga
pada tahap ini yg dikaji adalah letak daerah rumah keluarga
d.    Perkumpulan keluarga dan interaksi keluarga
Pada tahap ini yg dikaji adalah tentang interaksi dengan tetangga, misalnya apakah keluarga mengikuti pengajian atau perkumpulan ibu-ibu rumah tangga lainnya ataupun kegiatan lainya(susanto, 2012: 116)
e.    Sistem pendukung keluarga
Pada tahap ini dikaji adalah tentang kesulitan keungan yang keluarga dapat diatasi dengan dukungan keluarga (susanto, 2012: 116)
4.    Struktur Keluarga
(Mubarok, 2010: 98)
a.    Pola-pola komunikasi keluarga menjelaskan komunikasi antar anggota keluarga, termasuk pesan yang disampaikan, bhsa yang digunakan, komunikasi secara langsung atau tidak, pesan emosional(positif/negatif), frekuensi kualitas komunikasi yg berlangsung.adakah hal – hal yang tertutup dalam keluarga dan untuk  didiskusikan.
b.    Strukrur kekuatan keluarga
Keputusan dalam keluarga, siapa yang membuat yang memutuskan dalam penggunaan keuangan, pengambilan keputusan dalam pekerjaan tempat tinggal, serta siapa yang memutuskan kegiatan dan kedisiplinan anak – anak. Model kekuatan atau kekuasaan yang digunakan adalah membuat keputusan.
c.    Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing – masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal(Mubarok, 2010: 98)
d.    struktur nilai atau norma keluarga menjelaskan mengenai nilai norma yang dianut keluarga dengan kelompok atau komunitas(Mubarok, 2010: 98)
5.    Fungsi keluarga
(Harnilawati, 2013: 09)
a.    Fungsi afektif
b.    Mengkaji diri keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, kehangatan kepada keluarga dan keluarga mengembangkan sikap saling menghargai
c.    Fungsi sosialisasi
Mengkaji tentang otonomi setiap anggota dalam keluarga, saling ketergantungan keluarga, yang bertanggung jawab dalam membesarkan anak (Mubarok, 2012: 99). Fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain diluar rumah (Harnilawati, 2013: 09)
d.    Fungsi perawatan kesehatan
Mengkaji tentang sejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian , dan perlindungan terhadap anggota yang sakit(Mubarok, 2012: 99)
e.    Fungsi reproduksi
Mengkaji tentang beberapa jumlah anak , merencanakan jumlah anggota keluarga serta metode yang digunakan keluarga dalam mengendalikan jumlah anggota keluarga (Mubarok, 2010: 101)

f.    Fungsi ekonomi
Mengkaji sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan (Mubarok, 2010: 102)
6.    Stres dan koping keluarga
(Mubarok, 2010: 102)
a.    Stesor  jangka pendek
Stresor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaikan dalam waktu lebih dari 6 bulanStrategi koping yang digunakan.
b.    Mengkaji tentang strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan
c.    Kemampuan keluarga berespons terhadap    situasi atau stresor, Mengkaji sejauh mana keluarga berespon terhadap situasi atau stresor.
d.    Strategi adaptasi disfungsional menjelaskan adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
7.    Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga metode ini sama dengan pemerikasaan fisik di klinik.
8.    Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada.

FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Menurut Susanto (2012: 100)

A.    Pengkajian
1.    Data umum
a.    Nama kepala keluarga  ( KK )   :
b.    Usia                            :
c.    Pendidikan                    :
d.    Pekerjaan                    :
e.    Alamat                            :
f.    Komposisi anggota keluarga     :
No     Nama     Jenis kelamin     Hub dengan KK     Umur    Pendidikan     Pekerjaan
1.
2.
3.
g.    Genogram     :
h.    Tipe keluarga    :
i.    Suku bangsa    :
j.    Agama             :
k.    Status sosial ekonomi keluarga  :
l.    Aktivitas rekreasi keluarga    :
2.    Riwayat dan perkembangan keluarga
a.    Tahap perkembangan keluraga saat ini     :
b.    Tahap perkembangan kelurga yang belum terpenuhi :
c.    Riwayat keluraga inti             :
d.    Riwayat keluarga sebelumnya    :
3.    Lingkungan
a.    Karakteristik rumah             :
b.    Karateristik tetangga dan komunitas     :
c.    Mobilitas geografis keluarga     :
d.    Perkumpulan kelurga dan interaksi dengan masyarakat :
e.    Sistem pendukung kelurga    :
4. Struktur keluarga
a.    Pola komunikasi keluarga     :
b.    Pola kekuatan keluarga     :
c.    Pola peran keluarga    :
d.    Nilai dan norma budaya    :
5.  Fungsi keluarga
a.  Fungsi afektif dan koping    :
b. Fungsi sosialisasi    :
c.  Fungsi reproduksi    :
d. Fungsi  Ekonomi    :
e. Fungsi fisik dan keperawatan keluarga    :
6.  Stress dan koping keluarga
a. Stressor jangka pendek    :
b.Kemampuan keluarga berespons terhadap    :
masalah
c. Strategi koping yang digunakan    :
d. Strategi adaptasi disfungsional    :
7.  Pemeriksaan fisik keluarga    :
8.  Harapan keluarga terhadap asuhan keperawatan keluarga :

DAFTAR PUSTAKA

Freadman, M. M. (2013). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.
Mubarok, W. I. (2010). Ilmu Keperawatan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika.
Susanto, T. (2012). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Jakarta: TIM.
Zaidin Ali, S. M. (2010). Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.
Makhfudli, (2013). Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika

UNTUK VERSI PDF SILAHKAN KLIK LINK BERIKUTpengkajian keluarga

About samoke2012

Staf Pengajar di Prodi Diploma III Keperawatan Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi
This entry was posted in Asuhan Keperawatan Keluarga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s